Tim Ekspedisi Patriot UI Berkolaborasi dalam Membangun Kawasan Transmigrasi Barelang

TEP UI memulai aksi nyata pendampingan lintas disiplin di Barelang, fokus pada perikanan, pariwisata, dan UMKM guna memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi.

Tim Ekspedisi Patriot UI Berkolaborasi dalam Membangun Kawasan Transmigrasi Barelang
19 Agustus 2026

Kementerian Transmigrasi melalui program Ekspedisi Patriot 2026, mengirimkan tim akademisi dari empat perguruan tinggi negeri, salah satunya adalah Universitas Indonesia (UI), untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi di Barelang, Kepulauan Riau.

Tim UI memulai rangkaian kegiatannya pada Agustus 2026 dengan menemui para pemangku kepentingan di Batam. Dalam setiap pertemuan, tim memaparkan hasil riset Ekspedisi Patriot 2025 sekaligus menyampaikan fokus kerja tahun ini, yaitu tiga sektor prioritas; perikanan, pariwisata, dan UMKM yang akan dilaksanakan melalui kolaborasi kampus, pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat. Kunjungan dilakukan ke Bappeda, BP Batam, Dinas Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan (Perkimtan), Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Tenaga Kerja, Polresta Barelang dan Polsek Galang, Camat Galang, Lurah Sembulang, Ketua RW, PT MEG, Koperasi, serta Kelompok masyarakat kawasan transmigrasi.

Ketua tim, Dr. Vishnu Juwono, S.E., MIA, memaparkan enam temuan utama riset TEP UI 2025 yaitu penguatan tata kelola kolaboratif yang ditopang political will seluruh pemangku kepentingan, pembentukan unit koordinasi pengembangan kawasan transmigrasi di BP Batam, peningkatan keterampilan sumber daya manusia transmigran, pengembangan sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi pesisir, penguatan UMKM agar lebih produktif dan berdaya saing, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat untuk mendorong ekonomi lokal.

Tim UI dipimpin Dr. Vishnu dan beranggotakan lima alumni dari tiga perguruan tinggi negeri yang berbeda yaitu UI, UNDIP, dan UIN Jambi. Selama empat bulan ke depan, mereka akan melaksanakan program sekaligus pendampingan pada tiga sektor di kawasan tersebut, yaitu perikanan, pariwisata, dan UMKM. Di kawasan yang sama, tim dari ITB, ITS, dan IPB juga bertugas dengan fokus yang berbeda-beda.

“Program TEP 2026 di kawasan Barelang ini akan lebih banyak kepada aksi nyata beserta pendampingan dari apa yang sudah diteliti sebelumnya dengan terjun langsung bersama masyarakat,” jelas Dr. Vishnu Juwono, S.E., MIA.

Sementara itu, Ia menambahkan tim membawa pendekatan multidisiplin yang memadukan kesejahteraan sosial, ilmu pemerintahan, ilmu administrasi publik, budaya, dan teknologi. Kombinasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan pendampingan yang komprehensif untuk menjawab tantangan di kawasan transmigrasi.

Melalui kolaborasi Kementerian Transmigrasi, Universitas Indonesia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, Koperasi, dan Kelompok Masyarakat pembangunan Kawasan Transmigrasi Barelang diharapkan akan semakin berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rangkaian kegiatan pendampingan dijadwalkan akan berlangsung hingga November 2026.